Kekuatan Tulisan Dalam Mempengaruhi Pandangan Seseorang

Banyak orang berpendapat "mulutmu , harimau-mu" namun akhir-akhir ini tidak hanya mulut saja yg menjadi "harimau". Tulisan juga punya kekuatan yang sama. Beberapa bukti-bukti kecil yang negatif dapat dilihat dari beberapa kejadian dalam jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, Twitter dll.

 

Hanya gara-gara tulisan orang bisa dipecat, kemudian ada lagi beberapa pengalaman pribadi yang terjadi di lingkungan saya sendiri, beberapa kawan saya bermusuhan hanya karena kurangnya etika dalam mengemukakan pendapat antarindividu, medianya?? ya itu tadi tulisan. Contoh yang juga saya alami sendiri adalah berubahnya pandangan kawan-kawan saya terhadap seorang atau beberapa kawan, sebut saja si A & si B yang, entah berniat baik atau berniat "terlihat bijak" (tahu dong betapa enaknya narsis di jejaring sosial sebagai media) dengan memberikan posting-posting sekedar kalimat-kalimat serta quote bijak motivator terkemuka hingga ke potongan-potongan ayat-ayat suci Al-qur'an ataupun penggalan-penggalan ayat-ayat Injil & kitab-kitab lain-nya.

 

Ya tahu sendiri kan, di dunia ini pasti ada PRO & KONTRA...dan di sinilah mulai timbulnya masalah , entah mengapa si A lebih bisa menyusun kata-kata dalam tulisannya sehingga tidak terkesan menggurui ,jadilah si A yang notabene dulunya adalah tidak populer jadi dihargai, bisa dilihat dari reaksi kawan-kawan ketika bertemu dengan mereka atau hanya sekedar melihat tanggapan kawan-kawan pada postingan.

 

Sedangkan si B kurang pandai dalam mengemukakan maksud serta tujuanya dalam tiap postingnya., hingga tentunya dapat di tebak apa yang terjadi, mungkin tidak tidak seburuk yang Anda kira, tapi kalo bicara drama...rata-rata orang jadi lebih drama ketika bertemu dengan si B, dan tanggapan-tanggapan kawan yang lainnya agak menyindir jadinya, agak kasian saya melihat si B.,cuma mungkin karena si B sepertinya baik-baik saja, atau mungkin tebal muka hehehehe...jadi ya saya lebih di jembatan antara kasian dan hiburan...hahahaha...

 

Itu baru kekuatan tulisan dalam merubah pandangan orang lain terhadap seseorang atau kalau bahasa gaulnya atau kerenya image, belum lagi soal pandangan kita saat menilai suatu topik, tema, yang mungkin hanya sekedar soal makanan mana yang baik serta sehat, atau kurang baik bahkan mungkin beracun.

 

Meskipun mungkin wacana tersebut di tulis oleh sebuah situs kesehatan yang diakui, tidak tertutup kemungkinan orang yang menulis wacana tersebut dibayar oleh saingan si produk makanan yang di bahas di wacana tersebut? Lalu bagaimana dengan belanja online misalnya? banyak penipuan terjadi? iya memang bisa kita menyalahkan sifat konsumtif rata-rata orang di sini, tapi mereka juga tidak akan yakin dalam membeli kalau bukan karena tulisan dalam portal jualan online tersebut bisa meyakinkan bukan?

 

Satu lagi bukti kuatnya sebuah tulisan bukan? Ya pada intinya sih, saya cuma mau mengajak semua orang yang membaca tulisan ini, untuk mulai mengajak orang lain membaca serta membuat tulisan dengan bijak serta hati-hati, perhatikan baik-baik apa yang anda baca dan tulis, jangan sampai merugikan anda baik secara fisik maupun mental..maksudnya rugi fisik adalah jangan sampai rugi uang serta harta benda lainnya, sedangkan maksudnya rugi mental adalah rugi yang didapat di saat setelah menulis atau membaca sebuah wacana membuat kita menjadi congkak, merasa benar serta jadi merubah pandangan kita menjadi negatif.

 

Mungkin itu saja yang bisa saya bagi dengan anda-anda semua,sekian dulu dari saya, semoga bisa di terima tulisan ini.Dan apabila ada kata-kata yang menyinggung mohon dimaafkan. Mungkin tulisan saya ini terlalu kuat dalam menyindir hehehe, ya semoga saja pilihan kata-kata atau kalimat saya tidak ada yang menyinggung..akhir kata saya ucapkan terima kasih telah menyimak. Assalamualaikum & Salam sejahtera. Maju terus Indonesiaku. Wassalam -naga_kecil-

 

 

Total votes: 11