
Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Hari ini diperingati sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal menurut kalender Hijriyah. Peringatan ini diisi dengan berbagai ibadah dan amalan yang bertujuan untuk mengingat jasa dan keteladanan Rasulullah. Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan dalam rangka menyambut Maulid Nabi:
- Bersholawat kepada Nabi
Salah satu amalan paling dianjurkan adalah memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat merupakan bentuk pujian dan penghormatan kepada Nabi, serta memiliki banyak keutamaan, seperti menambah kecintaan kepada Rasulullah dan mendapatkan syafaat di hari kiamat. Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
- Membaca Sirah Nabawiyah
Membaca atau mengkaji sejarah hidup Nabi Muhammad SAW (Sirah Nabawiyah) adalah amalan yang sangat dianjurkan. Melalui pembelajaran ini, kita dapat memahami perjuangan, akhlak, dan kepribadian Rasulullah sehingga dapat meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membaca sirah Nabawiyah kita bisa mengenal Nabi Muhammad sebagai sosok manusia terbaik pembawa rahmat bagi seluruh alam.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [Al Ahzab/33:21]
- Bersedekah
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi, bersedekah kepada mereka yang membutuhkan merupakan salah satu cara untuk meneladani sifat kedermawanan Nabi Muhammad. Umat Muslim dianjurkan untuk membantu sesama, baik dengan harta, waktu, maupun tenaga, demi kebaikan bersama.
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah/2:261]
- Membaca Al-Qur’an
Membaca dan merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur’an adalah salah satu amalan yang mendekatkan kita kepada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Rasulullah sendiri merupakan pengemban wahyu dan teladan terbaik dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.
“Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an) dengan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim)
- Mengadakan Majelis Ilmu atau Pengajian
Mengadakan majelis ilmu untuk membahas tentang Rasulullah atau ajaran Islam adalah tradisi yang umum dilakukan dalam rangka menyambut Maulid Nabi. Majelis ini sering diisi dengan tausiyah, pembacaan sholawat, dan kajian tentang Sirah Nabawiyah, yang tujuannya untuk memperdalam cinta kepada Rasulullah dan menambah pengetahuan agama.
“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga.” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud)
- Memperbanyak Doa dan Dzikir
Menyambut Maulid Nabi juga merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak doa dan dzikir. Memohon ampunan dan keberkahan kepada Allah sambil mengingat keagungan Nabi Muhammad SAW dapat meningkatkan kesadaran spiritual dan ketenangan hati. coconut shisha charcoal
“Maka ingatlah kepada-Ku niscaya Aku akan ingat (pula) kepadamu.” [Al Baqarah:2/152]
- Berpuasa Sunnah
Sebagian ulama menganjurkan berpuasa sunnah pada hari Maulid Nabi sebagai bentuk syukur atas kelahiran Rasulullah. Meski tidak ada kewajiban khusus, berpuasa pada hari-hari yang baik adalah bentuk ibadah yang bisa mendekatkan diri kepada Allah.
Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallaahu anhu, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ditanya tentang berpuasa pada hari Senin (yang selalu beliau lakukan).” Beliau bersabda, “Itu hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau wahyu diturunkan kepadaku.”
Hadis sahih itu diriwayatkan banyak imam yaitu Muslim (1162), Ahmad (22590), Abu Dawud (2426), Ibnu Hibban (3642), al-Hakim (4179), dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman (1386) bayar pajak kendaraan
Merayakan Maulid Nabi bukan hanya tentang tradisi atau perayaan fisik, tetapi juga memperdalam cinta dan penghormatan kepada Rasulullah dengan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperbanyak sholawat, membaca sirah, dan melakukan amalan-amalan baik lainnya, umat Islam diharapkan dapat meneladani akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam memperbaiki diri dan masyarakat sekitar. Dengan melakukan amalan-amalan tersebut, semoga kita dapat meraih cinta dan syafaat Rasulullah di akhirat kelak.