Menu
Assalamualaikum Wr, Wb Selamat Datang di website Yayasan Insan
Giat Doa Bersama dan Santunan Dilaksanakan Rutin Setiap Pekan Jumat

Peringati Maulid Nabi Muhammad

Nov
12
2020
by : Sariman. Posted in : Maulid Nabi

Insan.or.id- Menurut keterangan dari al-Maqrizy dalam kitabnya yang berjudul al Khathat, perayaan Maulid dimulai ketika zaman Daulah Fatimiyah syiah di Mesir. Mereka membuat banyak acara perayaan Maulid, seperti Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Maulid ‘Ali bin Abi Thalib, maulid Fatimah binti ‘Ali, hingga maulid Hasan bin ‘Ali dan Husain bin ‘Ali. Bani Fatimiyah ini berkuasa sekitar abad 4 H.[2] Hal inilah yang menyebabkan kalangan Ulama seperti Tajuddin al Fakihani dan as Sakhawi, murid Imam Nawawi, berfatwa bahwa perayaan Maulid adalah bid’ah tercela[3]

Sedangkan menurut sumber lain Maulid dikembangkan oleh Abul al-Abbas al-Azafi[4]

Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela islam pada masa Perang Salib.

Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,

صَلَاحِ الدِّينِ الَّذِي فَتَحَ مِصْرَ ؛ فَأَزَالَ عَنْهَا دَعْوَةَ العبيديين مِنْ الْقَرَامِطَةِ الْبَاطِنِيَّةِ وَأَظْهَرَ فِيهَا شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ

Artinya:

“Sholahuddin-lah yang menaklukkan Mesir. Dia menghapus dakwah ‘Ubaidiyyun yang menganut aliran Qoromithoh Bathiniyyah (aliran yang jelas sesatnya, pen). Shalahuddin-lah yang menghidupkan syari’at Islam di kala itu.”[5]

Dalam perkataan lainnya, Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,

فَتَحَهَا مُلُوكُ السُّنَّة مِثْلُ صَلَاحِ الدِّينِ وَظَهَرَتْ فِيهَا كَلِمَةُ السُّنَّةِ الْمُخَالِفَةُ لِلرَّافِضَةِ ثُمَّ صَارَ الْعِلْمُ وَالسُّنَّةُ يَكْثُرُ بِهَا وَيَظْهَرُ

Artinya:

“Negeri Mesir kemudian ditaklukkan oleh raja yang berpegang teguh dengan Sunnah yaitu Shalahuddin. Dia yang menampakkan ajaran Nabi yang shahih di kala itu, berseberangan dengan ajaran Rafidhah (Syi’ah). Pada masa dia, akhirnya ilmu dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin terbesar luas.”[6]

Sumber lain mengatakan perayaan Maulid yang sebenarnya diprakarsai oleh Dinasti Fatimiyyun sebagaimana dinyatakan oleh banyak ahli sejarah. Berikut perkataan ahli sejarah mengenai Maulid Nabi.https://id.wikipedia.org/wiki/Maulid_Nabi_Muhammad

Oleh karena itu Yayasan Insan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, dalam kegiatan santunan yatim piatu dan dhuafa, di Bekasi Minggu – 01-November 2020. dengan tema, Meneladani Nabi Muhammad SAW Sebagai Spirit Wujud Kepedulian Terhadap Umat.

Terimakasih bapak ibu insan dermawan atas partisipasi donasi untuk yatim dhuafa yayasan insan.Semoga Allah SWT membalas dengan pahala yang berlipat ganda. Aamin Ya Robbal Alamin

Facebook Comments

artikel lainnya Peringati Maulid Nabi Muhammad

Monday 29 April 2019 | Maulid Nabi, Peduli yatim

Insan.or.id Bekasi 28 April 2019- Yayasan insan kembali santuni yatim piatu dhuafa, dalam suasana Isra Miraj…

Clik DOWLOAD

Pengunjung



Web
Analytics


Jl. Bintara 14 Rt 05/09 No. 33 A Kel Bintara Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi Kode Pos 17134
021-8945-2836
0838 9148 8889
insansiap@gmail.com Dan support@insan.or.id