Menyantuni Anak Yatim Pada Hari Asyura

Tidak Ada Dalil Mutlak Untuk Menyantuni Anak Yatim Pada Hari Asyura Saja

Sekarang banyak tersebar keyakinan di masyarakat tentang anjuran menyantuni anak yatim di hari asyura yaitu pada 10 muharram dengan memakai dalil hadis dalam kitab tanbihul ghafilin dibawah ini:

من مسح يده على رأس يتيم يوم عاشوراء رفع الله تعالى بكل شعرة درجة

Siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim, di hari Asyuro’ (tanggal 10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat.

Hadis ini menjadi motivator utama masyarakat untuk menyantuni anak yatim di hari Asyura. Sehingga banyak tersebar di masyarakat anjuran untuk menyantuni anak yatim di hari Asyura. Bahkan sampai menjadikan hari Asyura ini sebagai hari istimewa untuk anak yatim.

Namun sayangnya, ternyata hadis di atas statusnya adalah hadis palsu. Dalam jalur sanad hadis ini terdapat seorang perawi yang bernama: Habib bin Abi Habib, Abu Muhammad. Para ulama hadis menyatakan bahwa perawi ini matruk (ditinggalkan). Untuk lebih jelasnya, berikut komentar para ulama kibar dalam hadis tentang Habib bin Abi Habib:

  1. Imam Ahmad: Habib bin Abi Habib pernah berdusta
  2. Ibnu Ady mengatakan: Habib pernah memalsukan hadis (al-Maudhu’at, 2/203)
  3. Adz Dzahabi mengatakan: “Tertuduh berdusta.” (Talkhis Kitab al-Maudhu’at, 207).

Karena itu, para ulama menyimpulkan bahwa hadis ini adalah hadis palsu. Abu Hatim mengatakan: “Ini adalah hadis batil, tidak ada asalnya.” (al-Maudhu’at, 2/203)

Tidak kita pungkiri bahwa menyantuni anak yatim adalah satu amal yang mulia. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan dalam sebuah hadis:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ كَهَاتَيْنِ فِى الْجَنَّةِ , وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى , وَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا قَلِيلاً

“Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim seperti dua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau memisahkannya sedikit.” (HR. Bukhari no. 5304)

Dalam hadis shahih ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menyebutkan  keutamaan menyantuni anak yatim secara umum, tanpa beliau sebutkan waktu khusus. Artinya, keutamaan menyantuni anak yatim berlaku kapan saja. Sementara kita tidak boleh meyakini adanya waktu khusus seperti Hari Asyura untuk ibadah tertentu tanpa dalil yang shahih dan bisa dikatakan bid’ah.

Hadis lainya Keutamaanya santuni yatim piatu dhuafa, makna Insan Salurkan Zakat Fitrah  

Facebook Comments
Share on Whatsapp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ibadah Qurban Yayasan Insan 1441 H
Berqurban untuk mensucikan diri dan harta serta tingkatkan ketaqwaan
Insan Berqurban Idul Adha 1439 H
Berqurban dekatkan diri kepada Allah peduli sesama
Menjelang Ramadhan, Yayasan Indonesia Sejahtera Amanah (YA INSAN) mengadakan Santunan Akbar dengan tema “Sucikan Hati Tingkatkan Kepedulian Kepada Sesama”
Peringati hari gizi dan makanan Yayasan INSAN berikan Paket sembako uang saku dan Vitamin
Launching Pembangunan Istana Yatim Tangerang dan Santunan 200 yatim dhuafa
PSBB Peduli Sesama Bantu Bersama
Momen Muharram santunan yatim piatu dan dhuafa
Cahaya Ramadhan Peduli Yatim Lomba Robotik
Santuni yatim piatu dhuafa Isra Miraj Nabi Muhammad menggapai pribadi yang bertaqwa
Insan Peduli Yatim Generasi Emas Sebagai Wujud Cinta Tanah Air Indonesia
ada yang bisa kami bantu

Admin OfficeKami bantu jangan ragu chat kami

Assalamualaikum, Kami ada untuk membantu anda, silhkan jika ingin konfirmasi dan Donasi 00.00
Scroll to Top